Polres Jayawijaya siap Cabut Plang Kantor
DAP dan ULMWP untuk Kedua Kalinya
Wamena-Aparat
kepolisian dibawah pimpinan Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Reba nampak melakukan
persiapan dan meyiagakan personelnya. Pasalnya telah didapatkan informasi
mengenai rencana pemasangan atau peletakan kembali Papan Nama/Plang Kantor DAP
wilayah Lapago dan Papan Nama ULMWP yang pada bulan februari 2016 lalu di cabut
oleh pihak keamanan Polres Jayawijaya.
“Berapa
kali pun mencoba akan kami layani, jika mereka tidak jera polisi pun tidak akan
pernah jera. Tidak hanya Plang Nama, kami akan cabut organisasi pro merdeka
dari tanah Papua ini” AKBP Yan Pieter Reba menjelaskan.
Informasi
mengenai pemasangan atau peletakan kembali Papan Nama ini didapatkan ketika
salah seorang anggota polres yang sedang Patroli di Kampung Maplima mencium
kegiatan aneh yang dilakukan oleh sekelompok orang Asli Papua di Honay Adat
suku Lapago Kantor DAP wilayah Lapago pada hari jumat (3/2) kemarin.
![]() |
| Dominikus Sorabut Sekretaris Dewan DAP Wilayah Lapago |
Menurut
keterangan dari anggota tersebut, pada hari itu sekitar pukul 12.15 s.d. 14.30
WIT telah dilaksanakan pertemuan tertutup antara Pihak DAP, Petapa dan KNPB. Pada
pertemuan itu terlihat Dominikus Sorabut Sekretaris Dewan DAP Wilayah Lapago
(selaku pimpinan rapat), Rince Asso (Kepala Suku wilayah Lapago) dan Amos
Wetipo (Ketua PETAPA Wamena) beserta para simpatisannya.
Dalam pertemuan tersebut mereka merencanakan pemasangan atau peletakan kembali Papan Nama/Plang Kantor DAP wilayah Lapago dan Papan Nama ULMWP pada hari Senin tanggal 6 Februari 2017 lusa. Dalam kegiatan itu pula akan disertai pula kegiatan Ibadah dan Doa Bersama serta kegiatan Bakar Batu.
Dalam pertemuan tersebut mereka merencanakan pemasangan atau peletakan kembali Papan Nama/Plang Kantor DAP wilayah Lapago dan Papan Nama ULMWP pada hari Senin tanggal 6 Februari 2017 lusa. Dalam kegiatan itu pula akan disertai pula kegiatan Ibadah dan Doa Bersama serta kegiatan Bakar Batu.
Seperti
yang tertulis pada surat pemberitahuan kegiatan di atas, yang mennjadi dasar mereka
adalah pertemuan para pemimpin MSG tanggal 20-23 Desember 2016. Padahal kenyataannya
pertemuan itu tidak ada. Pertemuan Para Pemimpin atau Leaders Summit akan
terlaksana apabila seluruh pemimpin negara anggota hadir semua, sedangkan pada
saat itu Leader dari PNG dan Fiji sudah menyatakan sebelumnya bahwa tidak bisa
hadir karena tidak ada permasalahan yang urgent untuk dibahas.
Analis Sektor Politik Luar Negeri Kementerian Luar Negeri,
Siswo Pramono pun menyampaikan bahwa hasil komunikasinya pada 19 Desember dari
Honiara menerangkan beberapa poin. Pertama MSG tidak mengagendakan Konferensi
Tingkat Tinggi (Summit), kedua Sekretariat MSG hanya mengagendakan pertemuan
untuk membahas tentang Senior Official Meeting (SOM) pada 20 Desember 2016 dan
dilanjutkan dengan agenda Foreign Ministerial Meeting (FMM) pada 21 Desember
2016.
Baca : ULMWP telah diterima menjadi Full Member MSG adalah HOAX
Seperti
biasa, di dalam kegiatannya DAP dan KNPB tidak pernah memiliki biaya sendiri. Untuk
itu, mereka akan mulai kembali melakukan penggalangan dana. Penggalangan dana
sebelumnya dilakukan untuk kebutuhan pemindahan Sekretariat KNPB, kali ini ditujukan
untuk acara pemasangan plang, ibdah dan bakar batu yang akan dilaksanakan hari
senin (6/2) lusa.
Pihak
PETAPA bertugas sebagai pengamanan apabila ada aparat keamanan atau masyarakat
lain yang datang untuk menggagalkan acara. Menurut informasi yang didapat pula,
terdapat pejabat dari Jayapura yang akan datang menghadiri acara karena pejabat
tersebutlah yang ikut membiayai kegiatan DAP dan KNPB di Wamena.
![]() |
| Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Reba |
“Sudah
banyak laporan dan bukti yang kita terima, aktivitas DAP dan KNPB Wamena sangat
meresahkan masyarakat. Kita akan tangkap mereka dan mengembalikan rasa aman dan
nyaman masyarakat di Wamena” Yan Pieter Reba menegaskan.



Komentar