PNG tolak OPM-TPN PB di Markas Victoria Schotchio
Telah beredar surat penolakan Papua New Guinea Defence Force terhadap rencana Sidang Istimewa OPM-TPNPB yang semula akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Februari 2017 lalu. Surat yang ditujukan kepada kepala kampung Schotchio, Mr Manse Yordan Pieger ini berisi penolakan kegiatan tersebut karena akan berakibat buruk untuk  kerjasama antara RI dan PNG yang selama ini telah dibangun dengan baik.
Surat Penolakan Papua New Guinea Defence Force terhadap rencana Sidang Istimewa OPM-TPNPB di Schotchio
Selain itu, kegiatan tersebut juga akan memicu situasi yang tidak aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar daerah perbatasan antara RI dan PNG. Jika kegiatan itu benar dilaksanakan pada saat itu, otomatis para anggota OPM-TPNPB yang berada di wilayah Indonesia akan menyebrang melewati batas negara, tentunya tidak akan melewati Gerbang Batas secara resmi. Akan terjadi konflik antar warga sekitar maupun aparat keamanan yang sedang berjaga.

Menanggapi hal itu, redaksi pun segera datang menemui kepala kampung Schotchio untuk meminta konfirmasi. Di bawah ini adalah terjemahan hasil wawancara dengan Manse Yordan Pieger pada hari Minggu (19/2) kemarin :

Permasalahan OPM tidak hanya ada di Papua tetapi juga hingga Schotchio, inilah yang menjadi ketakutan masyarakat Schotchio karena keberadaan mereka di kampung Schotchio. Ditambah lagi orang-orang wamena itu (OPM-TPNPB) ini singkron dan ada hubungannya dengan keberadaan RASCUL (Perompak bersenjata PNG)

Semenjak adanya OPM-TPNPB di kampung mereka Schotchio, kehidupan warga Schotchio tidak berubah dan merugi serta ketakutan, mereka juga tidak menginginkan adanya orang-orang wamena di daerahnya.

“Kami menjadi korban penipuan OPM, yang mana OPM dibentuk karena ulah 1 orang yang tidak senang dengan keputusan PEPERA 1963, sehingga latar belakang kehidupan mereka penuh dendam, dan sekarang ini saya sudah tau semua, yang membahayakan adalah orang-orang wamena yang mengintimidasi dengan senjata” ungkap Manse.
Surat Undangan Sidang Istimewa TPN-OPM yang menggunakan tanda tangan paksa Kepala Kampung Schotchio (Menaseh Pieger/Manse Yordan Pieger)
Manse pun bercerita kembali, awal mula kenapa surat itu dikirimkan kepadanya. Saat itu Pemerintah PNG mendapatkan informasi mengenai rencana sidang Istimewa OPM-TPNPB yang akan dilaksanakan di markas victoria PNG, beserta surat undangannya. Dalam surat undangan buatan OPM itu terdapat tanda tangan Manse sebagai sekretaris. Kenyataan sebenarnya adalah bahwa Manse diancam untuk menyetujui dan menandatangani surat undangan itu.

“Mereka orang-orang wamena OPM yang tinggal di sini datang dan ancam saya menggunakan senjata, tidak ada satupun warga di sini yang berani kepada mereka, selama ini kami hanya diam dalam ketakutan karena intimidasi mereka” lanjut Manse mengungkapkan perasaan warga dan dirinya selama ini.

Komentar

Jelita mengatakan…
Kedendaman yang terjadi dan keberada OPM yang mengakibatkan kelatarbelakangan daerah setempat akan adanya ketakutan untuk berbuat, perkembangan pembangunan dan kesejahteraanlah yang diinginkan oleh rakyat...
Mari kita berbuat bantu kedua negera untuk laksanakan program kemajuan demi cita2 bangsa...
Ruth Yemima mengatakan…
Mereka orang-orang wamena OPM yang tinggal di sini datang dan ancam saya menggunakan senjata, tidak ada satupun warga di sini yang berani kepada mereka, selama ini kami hanya diam dalam ketakutan karena intimidasi mereka” lanjut Manse mengungkapkan perasaan warga dan dirinya selama ini.
otto Iyouw mengatakan…
tolak OPM mentah mentah
enden rumbiak mengatakan…
Semenjak adanya OPM-TPNPB di kampung mereka Schotchio, kehidupan warga Schotchio tidak berubah dan merugi serta ketakutan, mereka juga tidak menginginkan adanya orang-orang wamena di daerahnya.
Yeyasa logo mengatakan…
sudah kita harus berani melawan opm
paulus kogouya mengatakan…
berita hoax jangan percaya

Postingan populer dari blog ini