Tidak ada Ruang Kerja ULMWP di Sekretariat MSG

Dirjen Sekretariat MSG terkaget-kaget melihat pemberitaan dari Tabloid Jubi Online pada tanggal 6 Februari 2017 kemarin. Pada situs resmi media tersebut disebutkan bahwa ULMWP telah diterima menjadi anggota tetap MSG dan telah mendapatkan ruang kerja di Sekretariat MSG. Hal inilah yang membuat Dirjen Sekretariat MSG, Amena Yauvoli angkat bicara.

Merujuk berita Tabloid Jubi Online tanggal 6 Februari 2017 yang mengeluarkan artikel berjudul “Masyarakat Papua syukuri ruang kerja ULMWP di Sekretariat MSG”, di dalam artikel itu disebutkan bahwa di awal tahun 2017 tepatnya tanggal 17 Januari, ULMWP resmi mendapatkan ruang kerja di sekretariat MSG kata Sekjend ULMWP Octovianus Mote. Hal ini langsung dibantah tegas oleh Dirjen Sekretariat MSG.

“Tidak ada ruang kerja ULMWP di Sekretariat MSG” demikian klarifikasi langsung dari Dirjen Sekretariat MSG pada hari Selasa, 7 Februari 2017. Ditambahkannya pula bahwa hingga saat ini tidak ada pemberian status keanggotaan penuh kepada ULMWP.

Selain itu Amena juga menjelaskan bahwa saat ini pemberitaan tersebut merupakan pemberitaan yang berdasarkan klaim sepihak dan kebohongan yang disampaikan oleh ULMWP melalui Octavianus Mote dengan beberapa anggota yang ada di MSG

“Itu merupakan klaim sepihak dari Octovianus Mote untuk memberikan pemberitaan bohong tentang perkembangan ULMWP saat ini di MSG,’’ Tutur Amena.

Sebagaimana dengan penuturan dari Dirjen Sekretaris MSG. Bahwa, kebiasaan ULMWP yang selalu menyebarkan berita manipulatif kepada publik dalam negeri sehingga tidak perlu dipercaya dan harus berhati-hati terhadap propaganda dan provokasi ULMWP. Dalam hal ini, media/jurnalis perlu memastikan kebenaran informasi.

“Saat ini perlu digaris bawahi ada beberapa pihak dari Media yang ada di Papua sengaja memberikan informasi palsu dari MSG untuk kepentingan pribadi mereka saja, sehingga masyarakat Indonesia termasuk Papua agar selalu berhati-hati dan tidak termakan isu tersebut,’’ Terang Amena.

Selama ini ULMWP dan KNPB aktif melakukan penyesatan informasi untuk agenda politiknya semata, termasuk pengkondisian seolah-olah ULMWP yang merupakan representasi masyarakat Papua didukung dunia internasional.


Komentar

Denis kogoya mengatakan…
Dong masyarakat papua tra?(ULMWP ,KNPB) dong semua sampah...dong smua buat tong masyarakat papua kecewa..ULMWP sampah..KNPB Penjilat
Leni Dawir mengatakan…
Benar benar tabloid tra jelas..tabloid tidak kredibel sama sekali..TABLOID DJUBI itu sampah..koran sampah..pantesnya tuk bungkus kacang
Bimbim slank mengatakan…
DJUBI Tabloid orang orang tra jelas...Dong PTP..Papua Tipu Papua...Tong masayarakat Papua sudah harus bangkit dari segala propaganda KNPB Dan ULMWP...NKRI HARGA MATI
Unknown mengatakan…
Ah tipu rame sa ko e ...
Wempy kogoya mengatakan…
Mati sj ko ...
Melky Pekei mengatakan…
Papua itu Indonesia. Jangan ko tipu kita. Tabloid tra jelas.
Jimmy warobai mengatakan…
Octovianus ko penipu...ko tipu semua masyarakat Papua....
Beni kogoya mengatakan…
Tabloid Jubi tra boleh beredar lg di Papua..koran penipu..
Emrikus mengatakan…
Itu lagi
Rifky seroy mengatakan…
Penipu
Yoel pikei mengatakan…
Pengadu domba
Pace noge mengatakan…
Tra jelas
Habel wanimbo mengatakan…
Dang ding dong

Postingan populer dari blog ini