KNPB rusak moral generasi muda Papua
Sejak kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) ada di
Papua, seluruh generasi muda di Papua ini dihancurkan moralnya sedikit demi
sedikit akibat adanya propaganda yang dihembuskan dari aktivis Papua Merdeka. Pernyataan
tersebut dilontarkan oleh Tokoh Gereja
dan pegiat HAM Pegunungan Tengah Papua, Pater John Jonga, setelah selesai
memimpin ibadah Minggu kemarin.
Pastor John
Jonga menilai saat ini Papua sudah ternodai dengan adanya gerakan-gerakan
separatis, salah satu gerakan tersebut adalah KNPB. Menurutnya, sejak KNPB ada
di Papua, moral generasi muda yang ada di seluruh Papua hancur, pemuda Papua yang
dalam kesehariannya seharusnya dibuat untuk belajar di sekolah, mencari ilmu,
bekerja, mereka dipaksa hingga dihasut oleh KNPB agar ikut menyuarakan aspirasi-aspirasi
tentang separatis.
“Seharusnya pemuda Papua ini sekolah mencari ilmu dan bekerja
untuk Papua, tapi sejak ada KNPB mereka dipaksa dan dihasut untuk ikut dalam
menyuarakan aspirasinya yang bersifat separatis,’’ kata John.
Selain itu, pria asli Flores yang juga peraih Yap Thiam Hien
Award 2009 ini juga menambahkan, bahwa saat ini di Papua dukungan masyarakat terhadap
KNPB terus berkurang, saat ini rakyat Papua tidak mudah untuk dapat dihasut
kembali oleh kelompok-kelompok separatis seperti KNPB.
“Saat ini seluruh rakyat Papua sudah cerdas, mereka bisa
menilai tentang kegiatan apa yang berdampak baik dan apa yang berdampak buruk,
mereka sekarang tidak mudah untuk termakan bujuk rayu dari KNPB lagi,” terang
John.
John menambahkan bahwa dirinya sebagai Pastor sangat kecewa,
pasalnya KNPB telah menggunakan Gereja sebagai tempat penggalangan massa,
tempat berpolitik dan provokasi kepada rakyat Papua untuk bertindak makar dan
separatis. Dia melarang dan sangat mengutuk tindakan KNPB tersebut.
“Jangan jadikan gereja sebagai sarana politik maupun
kepentingan pribadi, karena Yesus tidak akan merangkul hamba-Nya yang demikian.
Adapun gereja adalah rumah Tuhan dimana hambanya mengikatkan diri dengan Yesus
Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya, sukarela mempelajari ajaran-Nya,” kata
John mengutip salah satu ayat Al Kitab, Efesus
4:12-14

Komentar
Hidup Papua..Hidup Indonesia..